Browsing Category

Celotehan UKM

Celotehan UKM

Penghalang UKM Bertumbuh

Aih, kembali bisa berceloteh…

Iya, ini memang celotehan aja sih… 🙂

Pernah mendengar soal Value/ Nilai/ Budaya perusahaan (organisasi) kan yha…?

Pada punya ini ga…? Lalu seluruh warga di organisasi tersebut pada paham dan sejalan ga…?

Karyawan/ tim yang kesehariannya ga sejalan dengan value perusahaan, baik itu di tempat kerja ataupun di luar pekerjaan, sejatinya sedang berperan sebagai orang yang sekedar numpang hidup di perusahaan itu loh…

Ya sekedar biar bisa menghasilkan uang, mengisi waktu atau supaya ga dianggap pengangguran.

Lalu, pentingkah untuk setiap pimpinan ataupun owner untuk memastikan budaya perusahaan itu menjadi the way of life nya seluruh tim..?

Penting ga penting sih…

Penting bagi owner yang percaya bahwa tanggungjawabnya bukan sekedar memastikan omset dan profit naik. Tapi juga memastikan manusia di dalamnya bertumbuh (termasuk dirinya sendiri)

Ga penting, bagi owner yang memang menganggap tim sebagai objek, sebagai mesin, robot atau buruh. Dia hanya memandang :

“yang penting kerjaan tu orang beres, hidup dia mau seperti apa ya ga urusan saya lah”

Owner tipe abai begini bolehlah disebut sebagai owner era revolusi industri. Orang yang hanya mementingkan produktifitas, yang penting SOP (kaku dan membosankan) itu dipatuhi. Memandang karyawan sebagai buruh yang melinting rokok. Dalam kurun waktu tertentu mesti selesai sesuai angka yang ditetapkan perusahaan.

Parahnya lagi, owner ala revolusi industri ini mengandalkan motivasi ekstrinsik untuk menaikan produktifitas dan menertibkan karyawannya. Hubungan kerjanya sebatas “JIKA – MAKA”. Transaksional aja.

“Jika kamu kerja 10, itu memang tanggungjawabmu, jika lebih dari 10 maka kamu dapatkan bonus”.

Karyawan hidup dalam iming-iming ataupun punishment.

Serba jika – maka.

Jadul banget ini…

Jaman revolusi industri sih cocok kerja begini. Karena fokusnya memang berproduksi bukan berkreasi. Karyawan pun mau aja menerima situasi ini. Ya, lama-lama diiming-imingi memang mematikan motivasi internal…

Sudah seperti orang yang kecanduan…

Mirip-mirip dengan perlakuan orang tua yang suka mengiming-imingi anak :

“Kalau kamu ranking 1, nanti papa/mama belikan mainan”.

Kasian yha…

Balik ke persoalan budaya perusahaan.

Bagi owner yang hidup selaras dengan zaman kreatif saat ini, ga akan rela jika timnya bekerja ala robot atau ala buruh kasar, tak peduli di level mana pun si tim itu. Owner akan berupaya keras dan konsisten menumbuhkan timnya agar nyala kompetensi problem solver (kreatif) dalam diri tim tersebut. Lelah loh jika terus-terusan bekerja ala tom & jerry (walaupun lucu untuk dijadikan tontonan).

Perusahaan akan ‘hidup’ jika manusia-manusianya hidup dan termanusiakan. Tapi memang ini ga mudah, jauh lebih mudah untuk bikin sistem termonitor ala robot gitu (eh, kabarnya robot juga udah ada yang bisa berempati). Menumbuhkan mensyaratkan cara-cara yang bertolak belakang dengan cara kebanyakan.

Punish dan reward ga berlaku, yang berlaku adalah konsekuensi dan dukungan. Bukan iming-iming seperti kita memperlakukan kucing yang dikasi lihat ikan asin. Kasian jika yang aktif hanya animal brain nya aja. Lets help human as a human.

Kan ga mau yha kalo nanti ditanya “apa yang sudah kamu lakukan dengan perusahaanmu?”

lalu menjawab “Saya sudah berhasil menambah omset dan profit dengan cara merobotkan manusia”. Hiksss…

“Lah, jadi ga boleh nih menaikan omset dan profit?

Emang kita badan amal, badan sosial…???”

Rangga… Kamu jahat kalo hanya memandang manusia sebagai objek yang diperas.

Kita bisa banget mencapai tujuan bersama namun dengan cara-cara yang manusiawi, cara-cara yang jauh lebih sesuai jaman dan menjawab tantangan zaman. Ini zaman kreatif bukan zaman revolusi industri.

Saat bekerja dengan cara-cara yang lebih menumbuhkan, maka orang-orang yang ada di dalam sana akan jauh lebih berperan dan termotivasi secara internal. Mereka hidup, mereka sejalan dengan budaya perusahaan baik sedang berkantor ataupun di luar kantornya. Spirit perusahaan menjadi spirit bersama. Cita-citanya menjadi cita-cita bersama. Orang-orang yang ada di dalamnya bernuansa sama. Perhatian pada proses dan karya, bukan sekedar bekerja.

So, as a owner…

Jangan hanya melotot jika angka-angka tak tercapai… Tapi melotot dan ‘galau’ juga lah saat value/ budaya tim tidak sejalan dengan budaya di perusahaan. Di tempat kerja mendorong tumbuhnya kolaborasi, tapi hari-hari status facebook tim malah alergi dengan yang berbeda darinya.

Budaya perusahaan mendorong niai-nilai integritas, tapi masih hobi mencari insentif lainnya dengan cara-cara yang rela menandatangani sejumlah 10 walau yang diterima hanya 8.

“Ga apa-apa deh, yang penting dapat tambahan”. Rela uang begituan dimakan…? Hiks…

Budaya perusahaan mendukung tumbuhkan kecerdasan diri, tapi status tim di sosmed banyak share-share hoax atau komentarin berita dari headline semata, alias malas baca.

Bro… Sist…

Kita bikin usaha tuh ga tau bisa ngurusin sampai kapan…

Tetiba kena time out… rela perusahaannya diurusin sama jiwa-jiwa yang menjalani dualisme kehidupan begitu…?

Yuk, ambil peran sebagai “orang tua” yang mendidik dan menumbuhkan tim kita.

Mereka datang (dikirim Tuhan) kepada kita bukan karena sebuah kebetulan.

Itu juga amanah penting yang perlu diurus sungguh-sungguh…

Selamat mengarungi 2017 yang dikabarkan lumayan menantang. Budaya tangguh di perusahaan semakin diperlukan yha… UKM wajib bermimpi besar dan bekerja dengan standar perusahaan besar.

*SalamBerkarya

*KibasJilbab

======

Tips UKM

Celotehan UKM

Bermimpi dengan Mata Terbuka

Melanjutkan tulisan beberapa hari lalu tentang “manusia yang utuh”.
Faktanya, banyak yang tak berani bermimpi namun banyak juga yang bermimpi besar tapi tak ‘bangun’ dari ‘tidur’nya.

Tak berani bermimpi boleh jadi karena belum merenungi kenapa ia sampai hadir di dunia ini. Boleh jadi karena saking sibuk dan termakan oleh rutinitas hingga tak punya waktu untuk ‘silent‘, mundur dan diam sejenak mencari arti dan tujuan hidupnya. Moga weekend ini menjadi moment untuk sedikit berdiam diri, mengaktifkan jiwa dan rasa : “apa yang saya cari, apa yang saya ingin lakukan selama hidup…?Continue Reading

Celotehan UKM, Sufipreneur

Manusia yang Utuh

Termenung saat mendapatkan sebuah pertanyaan dari seorang sahabat : “apa impian besar loe, vi?” (Impian yg nampak dan kasat mata)

Saya jawab : “Become the greatest inspiring woman from Asia 2025”

Sahabat saya kembali bertanya : “inspiring dalam hal apa..?”

Saya jawab : “as a woman : inspiring in family+business”

Teringat lagi sebuah sharing dari om Subiakto tentang “air kehidupan”…. Setiap orang memiliki warna airnya sendiri… Kita boleh berpindah peran tapi tak mengubah warna air kehidupan kita…

Continue Reading

Celotehan UKM

Ujian “Keimanan” bagi Pebisnis

Minggu lalu berkesempatan hadir di penjurian business plan kawan2 1in20 movement bersama pak Budi Satria Isman dan mas Yuszak M Yahya

Dari pemaparan, kritikan & masukan beliau2 terhadap bisnis kawan2 adalah :

FOKUS…. FOKUS…. FOKUS….

Fokus bisnisnya…. fokus produknya…

Beliau melihat tentunya dengan kacamata investor. Ya…. investor senang dgn bisnis yg Fokus dan Jelas alias ga banci…
Fokus dan ga “banci” owner…

Continue Reading

Celotehan UKM

Asah gergaji (menambah ilmu)

“Ahhhh…. kalo si Vivi mah ada orang gila jual obat juga dia beli, aneh dia emang !!!!”

=====
Demikian kira2 statement seseorang yg disampaikan ke bbrp orang teman… yak… dianggap aneh bahkan mgkn dianggap gila….
Tapi saya sangat2 menikmati pendapat ini, walau awalnya kesal juga… lama2 jadi bersyukur…

Continue Reading

Celotehan UKM

Melewati Titik Aman Pertama (5 tahun)

Business by accident…? Jawabannya bisa “ya” bisa “tidak”…
Ya, karena dulu sama sekali tidak pernah membayangkan akan beraktifitas dan memegang tanggungjawab seperti sekarang…
Tidak, karena apa yang datang sekarang saya yakini bukanlah kebetulan dan tanpa maksud. Allah pilihkan jalan ini sebagai jawaban dari pertanyaan yang berulang-ulang saat masih menjadi ibu dengan bayi 4 bulan “Apa yang bisa saya lakukan agar bermanfaat bagi orang lain dan saya cinta dengan pekerjaan itu…?”

Continue Reading

Celotehan UKM, Leadership & Team Building, Sufipreneur, Wanita & Bisnis

UKM & Team Building

Dua minggu belajar dari orang-orang hebat makin bikin kepala berasap, hehhee… Kalo versi film kartun itu banyak awan-awan di atas kepala yang tulisannya:
1. AFTA
2. AEC
3. UKM
4. TEAM BUILDING
trus mojok di dinding sambil ternganga dan gigi rontok, hahahaa (apa sihhh…)

Belajar Branding dari om +Subiakto Priosoedarsono ( @subiakto ):
Brand yang dibangun mesti unik + relevan dengan kebutuhan konsumen + Bermakna

Continue Reading

Celotehan UKM, Leadership & Team Building

Buruknya Pelayanan UKM di Pekanbaru: Ancaman vs Tantangan vs Peluang ?

“Bisnis itu : Konsep + Sistem + SDM”

Statement ini yang berulang-ulang dikatakan pak Burang Riyadi saat kami ikut konsul sama beliau. Sama sekali tidak mudah, membenahi disana sini. Tapi pembenahan ini bukan sebuah pilihan melainkan KEHARUSAN. Kenapa harus…? Konsumen makin pintar memilih, pesaing bukan lagi tetangga sebelah tapi negara tetangga yang kuat modal, smart dan punya nature melayani.

Sudah lama ingin menulis tentang hal ini, entah kami yang punya ekspektasi tinggi atau memang standar pelayanan UKM di Pekanbaru yang harus dibenahi.

Mulai dari tempat makan (restoran) sampai usaha ritel. Sering bikin kecewa, geleng-geleng sampai shock dan terpaksa marah-marah.

Continue Reading

Celotehan UKM, Sufipreneur

Story Behind the Brand (TK Alifa Kids)

Terinspirasi setelah membaca buku  Do dari mas @Handoko_H tentang pentingnya story behind the brand jadi tergerak untuk menuliskan apa yang selama ini menjadi engine seeing kami mampu bertahan dalam menjalankan usaha kami.
 
Jika dibandingkan dengan kisah-kisah dibalik sebuah brand besar, rasanya kisah kami ini mungkin terlalu sederhana… Namun dengan berbagi cerita semoga bisa menjadi inspirasi kecil untuk orang lain yang membaca sekaligus memberikan doa agar upaya kami terus bergerak ke arah yang lebih baik dan lebih banyak memberi manfaat…
 
Tahun ke 6 sudah usaha pendidikan anak usia dini TK Alifa Kids ini kami jalankan (saat ini 7 cabang di Pekanbaru dan 2 cabang di Palembang). Berawal dari semangat untuk bisa bermanfaat bagi banyak orang walau ilmu kami sangat minim saat itu. Tapi semangat belajar yang terus membawa kami untuk tidak berhenti berbenah. Alhamdulillah….

Pada awalnya konsep dan proses yang ada di cabang-cabang sekolah kami TK Alifa Kids nyaris tidak ada bedanya dengan sekolah yang sama di kota Pekanbaru. Namun perlahan kami terus mencari tahu apa sebetulnya yang diperlukan oleh konsumen kami (anak & orang tua)…

Continue Reading

Celotehan UKM

Teruntuk Anak-Anak ku di Riau #RiauBerasap

Sudah lebih dari satu bulan kita bertahan dengan menghirup udara beracun akibat ulah tangan pembakar hutan….
Bunda rasa tak pantas jika kita sebut ini gejala alam. Kenapa alam yang terus terusan dipersalahkan…

Ananda ku sayang, kelak engkau besar ingatlah bahwa kepintaran mu tak akan membawa mu kepada kebaikan… tak akan membawamu kepada sorganya Allah jika engkau gunakan untuk menzholimi orang lain…

Moga dalam beberapa tahunmu belajar sambil bermain ini akan menjadi ingatan segar kelak… Bahwa betapa penting moral, karakter dan nilai nilai yang perlu engkau jaga selama engkau hidup….

Apapun kepintaranmu… pastikan engkau ingat “dari mana asalmu… sedang dimana engkau sekarang… mau kemana hidupmu setelah mati…”

Tak ada yang tau umur… ini bunda tulis untuk ananda tercinta… moga tulisan ini bisa ananda temukan…bisa menjadi pengingat bagimu, ditengah-tengah semangatmu berkarya…. Apakah karyamu mendekatkan dirimu pada sorganya Allah… atau sebaliknya…

*Nitey with smog