Leadership & Team Building

Melarang = Mendidik…?

Kemarin baca link di timeline. Kira2 isinya bahwa tidak benar kalo kita ga boleh menggunakan kata “jangan” saat mendidik anak.
Pemikiran meniadakan kata jangan ini dianggap hasil pemikiran barat (jadi ya dimusuhin lagi, kasian dehhhh… capedeee….). Alasannya krn dlm Islam ada ayat yg menunjukan kata jangan misal dlm surat Luqman dll.
Jadi kalo pemikiran barat ini dipakai, ntar malah susah mengajarkan anak menjalankan syariat/ jadi ga syar’i.

Continue Reading

Leadership & Team Building, Wanita & Bisnis

Orang Tua = Penguasa Anak…?

“Anak-anak dilahirkan ke dunia bukan untuk dijajah dan dikuasai, melainkan untuk dididik dan dimerdekakan”

Nemu quote ini di twitter…. Maknanya dalam banget, sebagai ortu mungkin kita merasa bahwa kitalah penguasa anak anak yg kita lahirkan & besarkan. Merasa telah berjasa dan berkorban segalanya bagi mereka.

Rasa ini seringnya berujung pada penguasaan ortu terhadap anak secara lahir bathin. Anak-anak tak diizinkan menjadi diri mereka sendiri. Orang tua merasa “paling tahu” apa yang terbaik untuk anak-anak mereka tanpa mau mendengar apa yang mereka inginkan. Sedikit argumentasi mereka lalu dianggap melawan dan dicap durhaka. Akhirnya lahirlah anak-anak bermental bebek yang bisanya ya hanya membebek.

Continue Reading

Celotehan UKM, Leadership & Team Building, Sufipreneur, Wanita & Bisnis

UKM & Team Building

Dua minggu belajar dari orang-orang hebat makin bikin kepala berasap, hehhee… Kalo versi film kartun itu banyak awan-awan di atas kepala yang tulisannya:
1. AFTA
2. AEC
3. UKM
4. TEAM BUILDING
trus mojok di dinding sambil ternganga dan gigi rontok, hahahaa (apa sihhh…)

Belajar Branding dari om +Subiakto Priosoedarsono ( @subiakto ):
Brand yang dibangun mesti unik + relevan dengan kebutuhan konsumen + Bermakna

Continue Reading

Celotehan UKM, Leadership & Team Building

Buruknya Pelayanan UKM di Pekanbaru: Ancaman vs Tantangan vs Peluang ?

“Bisnis itu : Konsep + Sistem + SDM”

Statement ini yang berulang-ulang dikatakan pak Burang Riyadi saat kami ikut konsul sama beliau. Sama sekali tidak mudah, membenahi disana sini. Tapi pembenahan ini bukan sebuah pilihan melainkan KEHARUSAN. Kenapa harus…? Konsumen makin pintar memilih, pesaing bukan lagi tetangga sebelah tapi negara tetangga yang kuat modal, smart dan punya nature melayani.

Sudah lama ingin menulis tentang hal ini, entah kami yang punya ekspektasi tinggi atau memang standar pelayanan UKM di Pekanbaru yang harus dibenahi.

Mulai dari tempat makan (restoran) sampai usaha ritel. Sering bikin kecewa, geleng-geleng sampai shock dan terpaksa marah-marah.

Continue Reading

Celotehan UKM, Sufipreneur

Story Behind the Brand (TK Alifa Kids)

Terinspirasi setelah membaca buku  Do dari mas @Handoko_H tentang pentingnya story behind the brand jadi tergerak untuk menuliskan apa yang selama ini menjadi engine seeing kami mampu bertahan dalam menjalankan usaha kami.
 
Jika dibandingkan dengan kisah-kisah dibalik sebuah brand besar, rasanya kisah kami ini mungkin terlalu sederhana… Namun dengan berbagi cerita semoga bisa menjadi inspirasi kecil untuk orang lain yang membaca sekaligus memberikan doa agar upaya kami terus bergerak ke arah yang lebih baik dan lebih banyak memberi manfaat…
 
Tahun ke 6 sudah usaha pendidikan anak usia dini TK Alifa Kids ini kami jalankan (saat ini 7 cabang di Pekanbaru dan 2 cabang di Palembang). Berawal dari semangat untuk bisa bermanfaat bagi banyak orang walau ilmu kami sangat minim saat itu. Tapi semangat belajar yang terus membawa kami untuk tidak berhenti berbenah. Alhamdulillah….

Pada awalnya konsep dan proses yang ada di cabang-cabang sekolah kami TK Alifa Kids nyaris tidak ada bedanya dengan sekolah yang sama di kota Pekanbaru. Namun perlahan kami terus mencari tahu apa sebetulnya yang diperlukan oleh konsumen kami (anak & orang tua)…

Continue Reading

Celotehan UKM

Teruntuk Anak-Anak ku di Riau #RiauBerasap

Sudah lebih dari satu bulan kita bertahan dengan menghirup udara beracun akibat ulah tangan pembakar hutan….
Bunda rasa tak pantas jika kita sebut ini gejala alam. Kenapa alam yang terus terusan dipersalahkan…

Ananda ku sayang, kelak engkau besar ingatlah bahwa kepintaran mu tak akan membawa mu kepada kebaikan… tak akan membawamu kepada sorganya Allah jika engkau gunakan untuk menzholimi orang lain…

Moga dalam beberapa tahunmu belajar sambil bermain ini akan menjadi ingatan segar kelak… Bahwa betapa penting moral, karakter dan nilai nilai yang perlu engkau jaga selama engkau hidup….

Apapun kepintaranmu… pastikan engkau ingat “dari mana asalmu… sedang dimana engkau sekarang… mau kemana hidupmu setelah mati…”

Tak ada yang tau umur… ini bunda tulis untuk ananda tercinta… moga tulisan ini bisa ananda temukan…bisa menjadi pengingat bagimu, ditengah-tengah semangatmu berkarya…. Apakah karyamu mendekatkan dirimu pada sorganya Allah… atau sebaliknya…

*Nitey with smog

Celotehan UKM

Teruntuk Bapak yg Menghitung Hari

Jangan MARAH yaaa…
titip dr Riau untuk RI 1 : Dear Yth. Presiden RI Bpk Susilo Bambang YudhoyonoYang sebentar lagi akan habis masa jabatannya. Riau, dari sini Bahasa Indonesia berasal, Bahasa yg pernah membuat Nusantara satu.

Titik api di sekitar kami, bukanlah simbol kemarahan Tuhan, tapi simbol keserakahan dan bukti ketidak pedulian Negara, bukti kepongahan Jakarta trhdp Daerah. Bapak mau kesini skrg ? Bandara ditutup pak, lagipun tdk ada anak sekolah yg akan menyambut bapak, sekolah diliburkan. Mau menempuh jalur darat ? Bahaya pak, asap tebal tidak bagus buat kesehatan bpk dan ibu ani, lagian juga tdk bagus untuk objek foto Instagram.

Biarkan saja seperti ini, agar Riau bisa menjadi lahan sawit dan bisa ditanami tanaman Industri. Biarkan saja seperti ini, kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidakberdayaan kami di daerah. Kami Pasrah, Mungkin ini kehendak Tuhan.

Bagi saudara/i kami di daerah lainnya, kami sgt berterima kasih atas doa yg selalu kalian panjatkan, mhn maaf krn kiriman asap Riau kalian jadi terganggu, jika kita tdk sempat bertemu muka, semoga kita bertemu di Surga nanti. Sebarkan ini, semampu yg anda bisa.. Karena Kita INDONESIA

Sumber : Anonim dari BBM

Celotehan UKM

Pintu Ajaib

Dear friends….
Pernahkah merasa terjebak dalam suatu keadaan yang rasanya sudah ga ada jalan keluar…?
Satu-satunya yang terlihat hanyalah sebuah pintu… tapi sudah berusaha menarikkkkk sekuat tenaga namun pintu itu tak juga bisa dibuka…
Tak ada jendela… tak ada pintu lain bahkan tak ada atap yang bisa dipanjat. Seperti berada di sebuah kotak kubus dengan 1 pintu….
what’s wrong with this…?
There’s nothing wrong anyway…. hanya saja kita suka keliru memperlakukan pintu itu… Terlalu memaksa ditarik sekuat tenaga hingga hampir kehabisan tenaga…
Padahal pintu itu hanya perlu diGeser (sliding door). Hahaaahhaaa… betapa konyolnya tingkah kita… dan berteriak pada Tuhan bahkan nyaris protes dan mengeluh… Alangkah menggelikan dan bodohnya perangai kita….
Lebih lucu lagi… jika ternyata itu pintu besi Otomatis… sehabis tenaga mendobrak, sang pintu justru makin terkunci, karena dikira kita seorang pencuri yg ingin melarikan diri….. Hahahaahaaa (mari tertawa lagi)
Padahal kita hanya cukup diam manis sejenak…. lalu sang pintu pun dengan anggun terbuka sendiri…
Have a nice lunch, Teman….

Celotehan UKM, Sufipreneur

Menunggu Cintamu, Ayah…


Bangga dan bahagia ketika menerima telpon dari sosok ayah yang menyakan informasi seminar parenting yang akan kami adakan awal bulan ini. Suara penuh kasih itu rata-rata menjawab “oke, terimakasih informasinya, saya akan ajak istri saya”. Bukan hanya senang karena punya kesempatan menghadirkan sosok ayah Edy, namun juga bangga bahwa sosok Ayah ikut mengambil tanggungjawab dalam mendidik keluarganya (tak berpikir bahwa tugasnya hanya mencari nafkah).
Tapi kami juga mendapatkan fakta lain, yang justru membuat sedihhhh…. beberapa ibu yang berencana hadir justru tanpa sepengetahuan suami (tidak ingin suaminya tahu)…. Wahai Ayah.. kenapa engkau menjadi sosok yang ditakuti oleh keluargamu sendiri…?

Continue Reading

Celotehan UKM

Aksi Instan Menghadapi Kabut Asap di Pekanbaru

Nah, hari ini dengar berita kalau dinas menghimbau sekolah diliburkan karena kabut asap. Ga ada yang aneh sih, dari tahun-tahun lalu juga begini. Kita bergerak menghindar dari ‘serangan’ kabut asap. Pengen banget ga mengeluh tapi beneran ga tau mau berbuat apa agar kabut asap ini ga kejadian lagi. Ga mungkinkan yha ngajakin anak-anak demo..? (mulai snewen)
Coba ya kalo para Kepala Dinas agak tegas sikit. Kutuk dan tuntut pelaku pembakaran hutan, desak pihak-pihak terkait untuk segera beraksi nyata. Bakalan dibilang provokator ga nih yha…?
Ruginya itu loh, bisa pergi ke sekolah itu hak nya semua siswa. Hanya karena kezholiman segelintir orang, hak mereka terabaikan.
Ga ngerti ya, mungkin negeri ini dirancang untuk orang-orang bermental ‘sabar’ dengan keadaan. Helloooo…. anybody there who can stop this smoke…? *yelling *nambah beli tisue *berangkat ke THT lagi gendong bayi